Para Pelajar Berderai Air Mata Saat Cuci Kaki Orang Tua di Acara Perpisahan SMPN 1 Upau Tabalong
“Ini adalah bagian dari pengukuhan siswa-siswi kelas IX. Kita tampilkan semua potensi mereka, agar menjadi bekal saat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.
Selain itu, sekolah juga memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka selama ini.
BACA JUGA: SMPN 1 Upau Isi Awal Pembelajaran dengan Kegiatan Religi Selama Ramadhan
BACA JUGA: Sugeng Prayitno Kembali Pimpin PGRI Upau Masa Bakti 2026-2030
Namun dari seluruh rangkaian acara, momen cuci kaki orang tua menjadi yang paling menyentuh.
Tradisi yang digelar setiap tahun itu selalu menghadirkan suasana yang sama: haru, penyesalan, sekaligus kebahagiaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Di balik setiap tetes air yang menyentuh kaki orang tua, tersimpan doa dan harapan: agar langkah anak-anak mereka ke depan menjadi lebih baik, lebih kuat, dan tetap berpegang pada nilai-nilai bakti kepada orang tua.
Dan ketika acara usai, halaman sekolah perlahan kembali tenang.
Namun jejak emosinya tertinggal lama, di mata yang sembab, pelukan yang enggan dilepaskan, dan hati yang hari itu belajar satu hal penting: bahwa kasih sayang orang tua selalu lebih besar dari kata maaf yang bisa diucapkan. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu