WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Fenomena atlet potensial yang berpindah memperkuat daerah lain menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) masih menjadi pekerjaan rumah bagi KONI Kabupaten Banjar.
Ketua Umum KONI Kabupaten Banjar, H. Irwan Bora mengakui persoalan tersebut kerap terjadi setiap kali mendekati pelaksanaan Porprov.
“Tadi sudah disampaikan oleh Bapak Bupati, ini menjadi PR buat kita bagaimana nanti ke depannya,” ujarnya usai pelantikan dan pengukuhan Pengurus KONI Kabupaten Banjar periode 2026-2030 di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Sabtu (6/6/2026) sore.
Menurut Irwan, atlet-atlet berprestasi sering menjadi incaran daerah lain yang ingin mendongkrak perolehan medali.
“Memang sudah menjadi catatan bahwa pada saat mendekati Porprov masing-masing daerah melirik atlet-atlet yang berprestasi,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi dilema bagi daerah yang telah melakukan pembinaan atlet sejak awal.
Apalagi hingga kini belum ada payung hukum yang benar-benar dapat mengikat atlet untuk tetap membela daerah asalnya.
BACA JUGA: Usai Dilantik, Irwan Bora Langsung Pasang Target untuk Pengurus KONI Kabupaten Banjar
BACA JUGA: Bursa Ketua KONI Banjar 2026-2030 Dibuka, Dukungan 25 Persen Cabor Jadi Syarat Utama
“Seperti kemarin, atlet kita panjat tebing diiming-imingi. Karena memang kita belum ada dasar payung hukumnya untuk mengikat mereka sehingga mereka kabur,” ungkapnya.
Persoalan itu bahkan sudah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Banjar guna mencari solusi yang memungkinkan atlet-atlet potensial tetap bertahan membela daerah.







