Artikel 5: Naskah Lengkap Pleidoi Nadiem Makarim, Negara Runtuh karena Kelangkaan Harapan
Bukan hanya profesional muda, pejabat negara maupun investor juga menggigit jari menunggu keputusan Majelis. Berita kasus-kasus janggal di Indonesia sudah mendunia. Ketidakpastian hukum adalah salah satu faktor yang menyebabkan penurunan pasar saham dan nilai rupiah. Komunitas bisnis melihat preseden buruk dari kasus ini karena mereka tidak mengerti, kenapa kasus ini dapat masuk ruang sidang. Kepastian hukum adalah pilar utama dari pertumbuhan ekonomi, dan kasus ini adalah salah satu ujian terbesarnya.
Keputusan Majelis dapat memulihkan kecemasan publik dan memberi harapan baru, tetapi dapat juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat yang sekarang sudah semakin rapuh. Gemuruh di luar sidang tidak dimulai dengan kasus saya. Gerbong kereta kriminalisasi sudah dimulai jauh sebelum saya, Pak Tom, Bu Ira, Amsal, Ibam, dan puluhan lainnya yang sampai saat ini belum dibebaskan. Belum pernah saya melihat begitu banyak aktivis anti-korupsi serentak menyuarakan alarm keras bagi aparat penegak hukum di Indonesia. Banyak kasus-kasus yang senyap dalam pemberitaan, senyap dalam pembelaan, orang-orang jujur yang terbawa dalam arus deras kriminalisasi yang berkedok sebagai penegakan hukum.
Di dalam rumah tahanan, saya senantiasa bertanya kepada Tuhan, “mengapa ini terjadi?” Hari ini, saya mendapat jawabannya. Saya sadar bahwa musibah ini sebenarnya adalah amanah mulia yang dibungkus dengan tragedi. Mungkin Allah ingin saya berdiri di sini, pada hari ini, bukan sebagai korban, melainkan sebagai saksi. Saksi atas apa yang sedang terjadi kepada terlalu banyak orang baik di negeri kita.