Artikel 5: Naskah Lengkap Pleidoi Nadiem Makarim, Negara Runtuh karena Kelangkaan Harapan
Banyak yang berkomentar sejak kasus ini dimulai, “Salah Nadiem cuman satu: mau menjadi menteri padahal sudah nyaman di Gojek.” Saya mau menanggapi komentar ini dengan pertanyaan sederhana: Kalau semua orang berprestasi menolak amanah untuk mengabdi karena sudah nyaman, apa jadinya masa depan negara kita? Justru karena saya sudah dianugerahi Allah dengan kemapanan finansial, rasa tanggung jawab saya kepada negara menjadi lebih besar. Itulah mengapa saya mempertaruhkan segalanya; keuangan saya, reputasi saya, ketenangan hati saya dan keluarga saya - untuk mengabdi kepada negara.
Kesempatan mencari uang akan selalu ada dalam hidup saya. Tetapi kesempatan melakukan lompatan besar untuk generasi penerus bangsa, hanya akan datang sekali dalam hidup. Saya harap di kemudian hari, anak-anak saya akan menonton pleidoi ini dan meyakini bahwa ayahnya tidak pernah menyesal mengabdi kepada negara.
Tapi saya juga manusia. Bayangkan, betapa hancurnya hati saya, dengan semua pengorbanan finansial dan waktu yang telah saya lakukan selama 5 tahun, setelah mendapatkan penghormatan tertinggi negara Bintang Mahaputera Adipradana dari Bapak Presiden untuk pengabdian saya, “hadiah” yang saya dapatkan dari negara adalah jeruji besi. “Hadiah” yang saya dapatkan adalah perampasan hasil usaha saya selama 10 tahun yang menciptakan jutaan lapangan pekerjaan di Indonesia. Apakah negara sekejam ini kepada abdinya?
Saat saya menerima amanah menjadi menteri, saya berharap saya dapat memotivasi anak-anak muda lainnya untuk mengabdi kepada negara. Dan ternyata berhasil, ratusan anak muda mulai bergabung pemerintah, mengorbankan gaji besar di swasta untuk mengabdi. Tetapi dengan adanya gelombang kriminalisasi yang terjadi, arus pengabdian ini bisa berputar balik 180 derajat dalam sekejap. Profesional muda ketakutan bahwa mereka akan menjadi korban berikutnya. Satu generasi menahan napas, menunggu keputusan Majelis, menunggu konfirmasi apakah kebenaran masih berarti di negara tercinta kita.