Masih Disanksi FIFA, PSIS Dapat Masalah Baru: Eks Pelatih Juga Ngaku Gaji Belum Tuntas
WARTABANJAR.COM - Setelah kena sanksi FIFA, kini masalah baru kembali dialami PSIS Semarang yang sedang melakukan perombakan total menghadapi Liga 2 musim depan.
Akibat pembayaran gaji mantan pemain asingnya belum tuntas, PSIS Semarang dijatuhi sanksi oleh FIFA berupa larangan pendaftaran pemain baru selama masalah itu belum diselesaikan.
Sanksi itu dikeluarkan FIFA setelah ada beberapa mantan pemain asing yang melaporkan permasalahan gajinya selama memperkuat PSIS Semarang.
Di saat masalah itu belum terselesaikan, kini muncul lagi masalah baru.
Yakni, pengakuan mantan pelatih PSIS Semarang, Kahudi Wahyu Widodo.
Ia juga mengaku pembayaran gajinya selama membesut tim berjuluk Mahesa Jenar itu belum tuntas.
Baca Juga: Kena Sanksi FIFA, PSIS Semarang Tak Bisa Daftarkan Pemain Baru, Redondo dan Deri Corfe Gabung
Baca Juga: Winger Asal Brasil Murilo Mendes Dikabarkan Kembali Perkuat Barito Putera di Championship
Selain PSIS Semarang, Kahudi mengaku kondisi serupa dialaminya saat melatih PSBS Biak yang terkena degradasi dari Liga 1 ke Liga 2.
Khusus di PSIS, ia mengaku gajinya selama 2 bulan belum dibayar.
"Hitungannya satu bulan gaji berjalan, plus satu bulan kompensasi pemutusan kontrak. Jadi totalnya dua bulan," ungkapnya, Minggu (31/5/2026).
Dikatakan Kahudi, manajemen PSIS sempat memberi satu unit mobil sebagai jaminan namun tidak disertai surat BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor).
Ia mengatakan sudah mengadukan masalah itu ke Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) namun belum ada titik terang.
Sebelumnya, Ketua Umum Panser Biru (organisasi supporter PSIS), Kepareng Wareng mengungkap adanya sanksi dari FIFA.
Sanksi dari FIFA itu dikeluarkan menindaklanjuti laporan 3 mantan pemain PSIS Semarang. Diduga mereka adalah pemain asing.
Terkait sanksi FIFA ini, mantan CEO PSIS Yoyok Sukawi mengaku permasalahan itu terjadi di era kepemimpinannya.
Dia pun bersedia bertanggung jawab dengan menyelesaikan tunggakan gaji para pemain.
Namun, Yoyok Sukawi mengatakan dana pembayaran itu baru akan diperoleh bila PT Liga Indonesia Baru (LIB) membayar utangnya ke PSIS Semarang.