Ia menuturkan, sejumlah kawasan pertanian di Kecamatan Jaro saat ini telah menerapkan pola tanam IP300 atau tiga kali tanam dalam setahun.

Dengan dukungan teknologi PM-AAS, produktivitas lahan diharapkan semakin meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan petani.

“Karena memang di daerah khususnya Jaro ini beberapa lokasi panennya sudah IP300, jadi sudah bisa tiga kali tanam dan mudah-mudahan hasilnya juga bisa bertambah lagi, tingkat kesejahteraan petani meningkat, dan membawa keberkahan untuk daerah,” ujarnya.

Program PM-AAS di Kabupaten Tabalong diterapkan pada lahan seluas 60 hektare yang tersebar di dua kecamatan.

Sebanyak 49 hektare berada di Desa Jaro, Kecamatan Jaro, sedangkan 11 hektare lainnya berada di Kecamatan Upau.

Melalui penerapan teknologi tanam sederhana tersebut, pemerintah berharap produktivitas padi di Tabalong dapat meningkat secara signifikan sekaligus menjadi model modernisasi pertanian yang mudah diterapkan oleh petani di tingkat lapangan. (wartabanjar.com/Suhardi/*)

Editor: Yayu