Sementara itu, empat wartawan lainnya, yakni Herry Yusminda, Ika Rahmawati, Zulfahmi Damiri, dan Nur Ali, menyatakan bersedia mencalonkan diri sekaligus siap dipilih dalam Konferkab PWI Tabalong.
Adapun Dony Usman yang tidak mengembalikan formulir dinyatakan tidak bersedia mencalonkan diri maupun dipilih.
“Sedangkan atas nama Dony Usman tidak mengembalikan formulir, sehingga dianggap tidak bersedia mencalonkan diri dan dipilih,” katanya.
Chandra menjelaskan, hasil penjaringan tersebut telah disampaikan kepada PWI Kalimantan Selatan untuk ditindaklanjuti.
“Hasil penjaringan telah disampaikan ke PWI Kalsel. Saat ini tinggal menunggu arahan mereka,” ucapnya.
Selain verifikasi bakal calon ketua, PWI Kalsel juga akan melakukan verifikasi terhadap anggota PWI pemegang Kartu Biasa yang ada di Kabupaten Tabalong.
Berdasarkan pendataan panitia, terdapat 25 pemegang Kartu Biasa di Tabalong. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang tercatat sebagai anggota PWI Tabalong, satu orang memiliki kartu yang telah habis masa berlaku, dan lima orang lainnya berdomisili di Tabalong.
“Dalam pendataan kami berupaya mengakomodasi semua anggota PWI pemegang Kartu Biasa yang ada di Tabalong. Namun, untuk yang dapat dipilih dan memilih, keputusannya masih menunggu hasil verifikasi dari PWI Kalsel,” jelas Chandra.
Sementara itu, jadwal pelaksanaan Konferkab PWI Tabalong mengalami perubahan.
Jika sebelumnya direncanakan berlangsung pada 30 Mei 2026, pelaksanaannya ditunda menjadi Juli 2026 berdasarkan keputusan PWI Kalimantan Selatan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor organisasi.(wartabanjar.com/Suhardi).







