WARTABANJAR.COM, BEKASI - Tragedi memilukan terjadi di Kota Bekasi, Jabar, seorang balita berusia 2 tahun 7 bulan ditemukan tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa dan tubuh bersimbah darah.

Pada bagian perut balita berinisial A itu terdapat luka akibat ditusuk benda tajam.

Di samping A, tergeletak juga sang paman berinisial G (18) dalam kondisi luka-luka di leher.

Keduanya ditemukan oleh sang nenek, M (60) yang tinggal bersama mereka di Kawasan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/5/2026) malam kemarin.

Belum jelas apa yang terjadi di rumah yang didiami mereka bertiga itu.

Namun berdasar olah TKP, polisi menduga kematian balita A dikarenakan aksi keji pamannya.

Kejadian ini terungkap saat M pulang ke rumah kontrakannya itu seusai berjualan kue, sekira pukul 22.00 Wita.

Baca Juga: Kepala BNN Sebut Anak Bupati Cuma Terpapar Asap Ganja, Hasil Tes Urine Positif Narkoba

Baca Juga: Kasus Anggota DPRD Aniaya Sopir di THM Berujung Damai, Mengamuk Saat Mabuk

Begitu masuk ke rumah, dia kaget saat melihat anak dan cucunya tergeletak di ruang tengah dalam kondisi berdarah-darah.

M pun langsung beteriak hingga warga berdatangan.

Balita dan pamannya langsung dibawa ke RSUD Jatisampurna.

Sang balita dinyatakan sudah meninggal sementara pamannya bisa diselamatkan meski mengalami luka gores di leher.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal menduga A dibunuh pamannya.

“Untuk sementara pelakunya mengarah ke salah satu korban yang masih hidup,” kata Iqbal di Polres Metro Bekasi Kota.

Diakui Iqbal, pihaknya sempat memeriksa M karena mencuci pisau yang digunakan untuk membunuh A.

"Ternyata itu hanya respons M dan tidak sengaja. Setelah kami interogasi dan pendalaman, sementara pelaku dalam penyelidikan bukan si nenek," ucap Iqbal.

Mengenai kondisi balita A, Iqbal mengatakan sangat mengenaskan, selain luka tusuk di perut ada luka sayatan di pipi dan luka tusukan di bagian selangkangan.