BACA JUGA: Tips Sehat, 5 Buah Penurun Kolesterol Tinggi
“Beberapa penyebab utamanya meliputi pola makan tinggi lemak jenuh, obesitas, penyakit ginjal atau liver kronis, diabetes, hipotiroidisme, lupus, atau henti napas saat tidur,” ujarnya.
Bahkan, kondisi medis HIV/AIDS, konsumsi obat tertentu, atau adanya riwayat genetik keluarga juga sangat memengaruhi hal ini.
Air putih tidak berpengaruh secara langsung.
Dari semua akar masalah tersebut, tidak ada satu pun yang secara langsung dipengaruhi oleh seberapa banyak asupan air putih setiap harinya.
“Hidrasi kemungkinan besar mendukung pengelolaan kolesterol, tetapi itu bukan obat,” ujar ahli gizi Sapna Peruvemba, M.S., R.D.N.
Bukti penelitian menunjukkan bahwa tubuh yang kekurangan asupan cairan berisiko tinggi memicu gangguan kardiometabolik.
Sebaliknya, sejumlah riset memaparkan fakta bahwa konsumsi air putih dalam jumlah memadai dan rutin setiap hari mampu membantu menurunkan lipid darah secara perlahan.
Seorang ahli gizi membuktikan bahwa menurunkan kolesterol bisa dilakukan dengan cara sederhana, yakni menambahkan serat ke setiap waktu makan tanpa diet ekstrem.
BACA JUGA: Wajib Tahu, Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia
Penelitian dalam jurnal The Journal of Nutrition menyebut efek penurunan ini kemungkinan besar terjadi karena asupan cairan tinggi mendukung metabolisme kolesterol dan trigliserida.
Meskipun mekanisme pastinya belum terurai jelas, manfaat cukup air minum ini tidak bisa diabaikan begitu saja.







