WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Ratusan karyawan pertambangan batu bara PT Bumi Bagas Perkasa (BBP) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Tabalong, Senin (25/5/2026).

Mereka menuntut pembayaran gaji yang disebut belum dibayarkan selama tiga bulan terakhir.

Dalam aksi tersebut, para pekerja membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan kepada perusahaan.

Mereka meminta hak upah periode Februari hingga April 2026 segera dibayarkan.

Di hadapan jajaran anggota DPRD Tabalong, para karyawan menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara.

Baca Juga Resep Iga Bakar Kambing untuk Idul Adha 1447 H

Baca Juga Bukan Hanya Nanas, Tips Buat Daging Empuk di Hari Raya Idul Adha

Suasana aksi sempat diwarnai teriakan para pekerja yang meluapkan kekecewaan terhadap kondisi yang mereka alami.

Salah seorang pendemo, Muhammad Jumedi, mengaku para pekerja mengalami kesulitan ekonomi akibat gaji yang tak kunjung dibayarkan.

“Kayak apa makan anak istri kami,” ujar Jumedi saat menyampaikan orasi.

Selain persoalan gaji, para pekerja juga mengaku status mereka hingga kini hanya dirumahkan tanpa adanya keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara resmi dari perusahaan.

Kondisi tersebut, menurut mereka, membuat para pekerja kebingungan untuk mencari pekerjaan di perusahaan lain karena status ketenagakerjaan yang belum jelas.

Aksi demonstrasi itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.

Kapolres Tabalong, Wahyu Ismoyo bersama Dandim 1008/Tabalong, Alexander Allan Primadi turut memantau jalannya aksi bersama personel gabungan.

Ketua DPRD Tabalong, Riza Fahlipi bersama sejumlah anggota dewan menemui langsung para pendemo di halaman kantor DPRD.

Riza meminta massa aksi tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Ia juga mempersilakan sekitar 20 orang perwakilan pekerja untuk masuk ke ruang rapat DPRD guna melakukan diskusi terkait tuntutan mereka kepada pihak perusahaan.(wartabanjar com/Suhardi/*).

Editor Restu