Usai Korban Keguguran, Polres Tanah Laut Bongkar Kasus Pemerkosaan di Rumah Kosong
Bak petir di siang bolong, tim medis menyatakan bahwa RM tengah mengandung, namun janin di dalam rahimnya telah meninggal dunia dan harus segera dioperasi.
Syok dengan kenyataan pahit tersebut, keluarga korban langsung menyambangi Polres Tanah Laut untuk menuntut keadilan secara hukum.
Merespons laporan tersebut, polisi bergerak cepat melakukan pemeriksaan saksi dan korban, serta menggelar perkara untuk menetapkan status tersangka.
Mengetahui dirinya diburu, SF sempat kabur ke luar pulau, namun lewat koordinasi matang bersama Polres Tanjung Perak, Surabaya, Satreskrim Polres Tanah Laut berhasil membekuk SF di Pelabuhan Tanjung Perak pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.
Tragedi memilukan ini memicu perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Di akhir penyampaiannya, AKBP Ricky Boy Siallagan memberikan pesan mendalam sekaligus peringatan keras bagi para orang tua untuk lebih ketat menjaga buah hati mereka.
“Kami mengimbau kepada para orang tua agar selalu memperhatikan lingkungan pergaulan anak-anaknya serta membangun komunikasi yang baik dengan anak. Jangan sampai anak-anak dibiarkan tanpa pengawasan, karena mereka adalah masa depan kita bersama,” ujar Kapolres Tanah Laut. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu