Pemantauan hilal ini juga diwajibkan setiap awal bulan Haji (Zulhijjah) dan awal bulan Mulud (Rabiul Awal) untuk mengetahui kapan hari raya Idul Adha atau Hari Raya Haji bisa dilaksanakan.

BACA JUGA: Cara Unik dan Tradisional Kesultanan Banjar Pantau Hilal Awal Ramadhan Ratusan Tahun Lalu, Diumumkan Pakai Jukung

BACA JUGA: Kapan Idul Adha 2026? Cek Link Live Sidang Isbat 1 Zulhijah Hasil Rukyatul Hilal Hari ini

Para tetuha kampung ini, jika ada yang melihat hilal, diperintahkan untuk segera melapor ke hakim lalu hakim melapor ke Sultan untuk selanjutnya diumumkan secara resmi oleh Sultan.

Tetuha kampung yang berhasil melihat hilal ini, di perjalanan menuju hilir juga wajib memberitahu warga di kampung-kampung yang mereka lalui bahwa hilal telah tampak di langit.

Uniknya lagi, kabar gembira itu dibawa dan dikabarkan ke kampung-kampung yang dilalui menggunakan jukung atau perahu.

Jika kini di zaman digital dan serba online, informasi kemunculan hilal tersebut disebarkan melalui televisi dan media sosial oleh Menteri Agama melalui sidang isbat, namun di Kesultanan Banjar ratusan tahun lalu menggunakan cara unik dan tradisional ini.