WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Harga getah karet di Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini membuat para petani kembali bersemangat menyadap karet, setelah sebelumnya sempat lesu akibat harga yang rendah.
Saat ini harga getah karet di wilayah tersebut berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram.
Kenaikan harga dinilai ikut mendorong geliat ekonomi masyarakat, khususnya bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan karet.
Salah seorang petani karet di Desa Masingai II, Kecamatan Upau, Sardi, mengaku bersyukur dengan membaiknya harga getah karet saat ini.
Menurutnya, kenaikan harga memberikan semangat baru bagi petani untuk kembali rutin menyadap.
“Sekarang harga bagus, jadi lebih semangat menyadap,” ujarnya pada wartabanjar.com, Minggu (10/5/2026).
Meski demikian, ia mengatakan produksi getah karet saat ini tidak sebanyak beberapa tahun lalu.
Salah satu penyebabnya adalah kondisi pohon karet yang kerap mengalami kerontokan daun.
“Harga bagus, tapi sayang pohon karet sering rontok daun, jadi getahnya tidak bisa banyak,” katanya.
Menurut Sardi, dalam setahun pohon karet bisa mengalami kerontokan daun hingga empat sampai lima kali. Kondisi tersebut sangat memengaruhi hasil produksi para petani.
Ia berharap, pemerintah dapat melakukan upaya atau pendampingan terhadap tanaman karet, agar produktivitas kebun masyarakat bisa kembali meningkat.







