BKKBN Kalsel Apresiasi Pemkab Tabalong Libatkan 17 Perusahaan Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Pemerintah Kabupaten Tabalong mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan atas langkahnya melibatkan dunia usaha dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi strategi penting untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerah.
Melalui program tersebut, Pemkab Tabalong menggandeng 17 perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat untuk menjadi orang tua asuh bagi 254 anak stunting yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Tabalong, Syam'ani, mengatakan setelah penandatanganan komitmen bersama, pemerintah daerah dan perusahaan akan segera menjalankan berbagai bentuk intervensi.
Bantuan yang diberikan antara lain berupa makanan tambahan berbasis pangan lokal, susu tinggi protein, hingga dukungan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak sasaran.
"Sebanyak 17 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tabalong menjadi orang tua asuh bagi 254 anak stunting. Program ini memperkuat upaya yang sudah dilakukan Dinas Kesehatan melalui pemberian makanan tambahan dan susu tinggi protein," ujar Syam'ani, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, penanganan stunting di Tabalong tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menyentuh faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan.
Karena itu, pemerintah juga melanjutkan program perbaikan rumah tidak layak huni serta pembangunan dan rehabilitasi jamban di rumah-rumah warga yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Lisna Prihantini, menilai keterlibatan perusahaan menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, persoalan stunting merupakan tantangan yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
"Ini sangat kami apresiasi. Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu sektor pemerintahan saja. Keterlibatan perusahaan untuk membantu masyarakat merupakan langkah yang sangat penting. Kolaborasi seperti ini menjadi contoh yang baik bagi percepatan penurunan stunting," kata Lisna.
BACA JUGA: GOW Tabalong Usulkan Rumah Singgah untuk Tangani Stunting