Meski demikian, ia mengatakan produksi getah karet saat ini tidak sebanyak beberapa tahun lalu.
Salah satu penyebabnya adalah kondisi pohon karet yang kerap mengalami kerontokan daun.
“Harga bagus, tapi sayang pohon karet sering rontok daun, jadi getahnya tidak bisa banyak,” katanya.
Menurut Sardi, dalam setahun pohon karet bisa mengalami kerontokan daun hingga empat sampai lima kali. Kondisi tersebut sangat memengaruhi hasil produksi para petani.
Ia berharap, pemerintah dapat melakukan upaya atau pendampingan terhadap tanaman karet, agar produktivitas kebun masyarakat bisa kembali meningkat.
“Kami berharap ada solusi atau perhatian pemerintah terhadap kondisi pohon karet sekarang,” ucapnya.
Kenaikan harga getah karet sendiri disambut positif masyarakat, karena dinilai mampu membantu meningkatkan pendapatan keluarga petani di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat. (wartabanjar.com/Suhardi)







