WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Makam Ustazah Hasanah, korban pembunuhan di Sungai Ulin, Banjarbaru, terus didatangi peziarah meski telah 13 hari dimakamkan di Alkah Pulau Lurus, Kelurahan Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Hasanah sebelumnya menjadi sorotan publik setelah tewas dalam kasus pembunuhan di Sungai Ulin, Banjarbaru.

Paman almarhumah, Muslihin mengatakan, peziarah mulai berdatangan sejak hari pertama pemakaman, namun saat itu jumlahnya belum terlalu banyak.

“Mulai hari pertama sudah mulai ada, cuma tidak banyak. Terus bertambah-tambah sampai sekarang,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, pihak keluarga awalnya hanya menyiapkan tenda selama tiga hari seperti tradisi masyarakat pada umumnya.

Namun rencana pembongkaran tenda urung dilakukan karena peziarah terus berdatangan.

BACA JUGA: Pelaku Pembunuhan Ustazah H di Sungai Ulin Banjarbaru Baru Lima Hari Kerja Jaga Kebun

BACA JUGA: Dikenal Baik Sahabat Beberkan Sosok Ustazah H Korban Pembunuhan di Sungai Ulin Banjarbaru

“Rencana waktu mau dibongkar tapi peziarah berdatangan terus,” jelasnya.

Ia menyebut, peziarah datang tidak hanya dari wilayah sekitar Martapura.

Beberapa di antaranya bahkan berasal dari Surabaya dan Samarinda.

Muslihin mengatakan, jumlah peziarah biasanya meningkat pada hari tertentu.

Menurutnya, makam paling ramai dikunjungi pada akhir pekan, meski di hari biasa peziarah tetap berdatangan.

“Kalau hari Jumat sama hari Minggu yang banyak,” ungkapnya.

Seiring meningkatnya jumlah peziarah, keluarga awalnya menyediakan makanan ringan dan air mineral gratis di sekitar area makam.

Namun belakangan, bantuan dari masyarakat juga terus berdatangan untuk membantu kebutuhan para peziarah tersebut.

“Alhamdulillah bantuan tiap hari ada saja,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu