Penilaian TPK2D Provinsi Kalsel di Tabalong, Desa Masukau Sukses Turunkan Stunting Hingga Nol Persen
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Tim Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (TPK2D) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan penilaian di Desa Masukau, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (5/5/2026).
Penilaian tersebut merupakan bagian dari verifikasi lapangan terhadap Desa Masukau yang menjadi lokus pelaksanaan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kedatangan tim penilai disambut Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, bersama jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada tim penilai.
Ia menilai kehadiran TPK2D menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan peningkatan kualitas pembangunan keluarga di daerah.
“Peningkatan kualitas keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya untuk menilai capaian, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program peningkatan kualitas keluarga yang telah berjalan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tabalong masih menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan indeks ketahanan keluarga.
Karena itu, diperlukan upaya bersama dari seluruh pihak untuk terus melakukan perbaikan.
Wakil Bupati juga mengapresiasi Pemerintah Desa Masukau dan seluruh elemen masyarakat atas berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga.
Selain itu, Desa Masukau telah ditetapkan sebagai desa Open Defecation Free (ODF) sejak 2017, yang menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan lingkungan sehat dan keluarga berkualitas.
Berdasarkan data, angka stunting di Desa Masukau pada 2025 tercatat sebanyak 10 kasus, dan pada Februari 2026 telah mencapai nol kasus.
“Capaian ini harus dipertahankan agar Desa Masukau dapat menjadi role model dalam penanganan stunting bagi desa lain di Tabalong,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat intervensi stunting, pelayanan ibu hamil, vaksinasi, serta berbagai kegiatan kesehatan lainnya.