Menurut tersangka, tiap hari korban melintas dengan mengendarai sepeda motor membawa tas warna hitam.

  1. Mengira tas hitam korban berisi banyak uang

Kepada polisi, kedua tersangka mengaku membunuh Ustazah HN karena motif ekonomi.

Selama ini mereka bekerja serabutan sebagai petani dan buruh harian.

Tersangka mengaku memerlukan uang untuk membayar biaya sekolah anggota keluarganya di luar Kalsel.

Mereka mengira tas hitam yang selalu dibawa korban berisi banyak uang tunai.

Ternyata isinya hanya handphone.

  1. Korban sempat meminta dibelikan es ke ibu angkat

Sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal di semak-semak, Ustazah HN sempat meminta dibelikan es.

Permintaan ini diungkapkan ibu angkat korban, Mudi'ah.

Dikatakan, korban meminta dibelikan minuman dingin (es) saat Mu'diah akan menemuinya di tempat kerja

  1. Korban dikenal selalu bersikap baik

Ketua RT setempat, Wiyanto mengungkapkan semasa hidup, Ustazah HN adalah sosok yang ramah dan baik terhadap orang lain.

Korban HN juga dikenal pekerja keras karena selain mengajar di pesantren juga bekerja di toko kosmetik.

Dia juga menjadi tulang punggung keluarga.

Karena sikap baiknya, banyak muridnya yang ikut melakukan pencarian jenazah korban. (Wartabanjar.com/Ikhsan)

Editor: Yayu