WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Serapan anggaran pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, tercatat masih rendah pada triwulan pertama tahun 2026.

Hingga akhir Maret, realisasi anggaran baru mencapai 19,22 persen dari total pagu yang tersedia.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi I DPRD Tabalong bersama Disdikbud dalam rangka evaluasi serapan anggaran, yang digelar di ruang rapat Komisi I, Gedung DPRD Tabalong, Jalan A Yani, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Rabu (29/4/2026).

Ketua Komisi I DPRD Tabalong, Ahmad Helmi, menjelaskan dari total anggaran Disdikbud sebesar Rp 598,5 miliar, realisasi baru mencapai sekitar Rp 115 miliar.

“Serapan anggaran baru 19,22 persen. Ini tentu menjadi perhatian serius karena masih jauh dari target yang diharapkan pada triwulan pertama,” ujar Helmi.

Ia mengungkapkan, rendahnya serapan anggaran tersebut dipengaruhi sejumlah kendala.

Salah satunya adalah belum definitifnya jabatan Kepala Dinas dan sekretaris yang masih berstatus pelaksana tugas (plt), sehingga berdampak pada proses pengambilan keputusan.

Selain itu, belum cairnya dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) akibat kendala regulasi juga turut menjadi faktor penghambat.

“Hal-hal ini tentu berpengaruh terhadap percepatan pelaksanaan program, baik kegiatan rutin maupun pembangunan fisik,” tambahnya.

Helmi menekankan pentingnya percepatan penyerapan anggaran, terutama untuk kegiatan pembangunan fisik seperti pembangunan dan rehabilitasi sekolah, ruang kelas, pagar, hingga fasilitas sanitasi seperti WC.

Di sisi lain, Komisi I juga menyoroti bidang kebudayaan.

Helmi meminta agar program pembinaan dan pengembangan kegiatan budaya dapat dilakukan secara merata ke seluruh sanggar seni di Kabupaten Tabalong.

Dengan kondisi serapan anggaran yang masih rendah, DPRD berharap pihak Disdikbud segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat realisasi program.

“Harapan kami, kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan bisa segera dilaksanakan, sehingga serapan anggaran meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tutup Helmi. (wartabanjar.com/Suhardi)

Editor: Yayu