Makanan pedas, berminyak, serta makanan yang memicu gas sebaiknya dihindari agar tidak mengganggu pencernaan selama ibadah.

6. Pola makan sedikit tetapi lebih sering

Mengatur pola makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering, sekitar empat hingga lima kali sehari, membantu menjaga kestabilan energi.

Cara ini lebih efektif dibandingkan makan dalam porsi besar yang dapat membuat tubuh terasa berat.

Pola makan seperti ini juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta memudahkan tubuh beradaptasi dengan kondisi cuaca dan aktivitas yang padat.

7. Menjaga kebersihan dan keamanan makanan

Kondisi lingkungan yang padat dan panas meningkatkan risiko kontaminasi makanan.

Jemaah perlu memastikan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi higienis.

Pilih makanan yang disajikan dalam kondisi tertutup dan masih segar.

Periksa tanggal kedaluwarsa pada makanan kemasan serta biasakan mencuci tangan sebelum makan.

Otoritas kesehatan Arab Saudi, termasuk Kementerian Kesehatan dan Saudi Food and Drug Authority (SFDA), terus melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan.

Meski demikian, kewaspadaan pribadi tetap menjadi kunci utama.

8. Penyesuaian pola makan bagi jemaah dengan kondisi medis

Jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan ginjal memerlukan perhatian khusus dalam mengatur pola makan.

Konsultasi dengan dokter sebelum keberangkatan menjadi langkah penting.

Penderita diabetes disarankan membawa camilan yang mengandung gula alami untuk mencegah penurunan gula darah.

Sementara itu, jemaah dengan gangguan ginjal perlu mengontrol asupan protein dan garam serta memperbanyak konsumsi cairan.

Tambahan suplemen, seperti vitamin C, vitamin D, dan zinc dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama berada di lingkungan dengan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Menjaga pola makan selama haji 2026 merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan tubuh.

Dengan asupan nutrisi yang tepat, tubuh akan tetap bertenaga sehingga setiap rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lebih fokus dan khusyuk. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu