Perjalanan MGR Banjarbaru: Dari Era Dewa Pahuluan ke Generasi Baru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Perjalanan komunitas Minggu Raya (MGR) Banjarbaru tidak berhenti di satu generasi.
Dari masa Dewa Pahuluan hingga kini, komunitas tersebut terus bertransformasi mengikuti zaman.
Bagi Rico Hasyim, MGR bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang yang terus hidup meski menghadapi berbagai perubahan, termasuk pergantian kepemimpinan.
Setelah Dewa Pahuluan wafat pada 2017, para anggota senior bergerak cepat agar komunitas tidak kehilangan arah.
Dari pertemuan sederhana, muncul nama Bang Hifni, sahabat lama Dewa yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah di Kabupaten Banjar dan saat itu berdomisili di Jakarta.
Ia kemudian diminta pulang untuk melanjutkan kepemimpinan.
“Waktu itu kami langsung berpikir, jangan sampai MGR ini hilang,” cerita Rico, mengingat masa transisi tersebut, Minggu (19/4/2026).
Di bawah kepemimpinan Bang Hifni, berbagai kegiatan yang telah dirintis sebelumnya tetap dijalankan.
Kebersamaan antar anggota tetap terjaga, termasuk kegiatan sosial yang menjadi ciri khas MGR.
“Kami ingin apa yang sudah dibuat Bang Dewa tetap berjalan,” ucapnya mantap.
Namun perjalanan kembali diuji ketika Bang Hifni wafat pada masa pandemi Covid-19, tepatnya di 2021.
Kepergian itu meninggalkan kekosongan kepemimpinan yang cukup lama.
“Lumayan lama kosong waktu itu,” kenangnya pelan.
Meski tanpa pemimpin definitif, komunitas tetap bertahan dengan semangat kebersamaan yang sudah terbangun sejak lama.
Hingga akhirnya, pada 2023, muncul generasi baru yang dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan.
Sebelum ditetapkan, calon pemimpin bahkan melalui proses semacam uji kelayakan secara informal di rumah Rico, yang dihadiri para senior komunitas.
“Kami lihat langsung orangnya, siap atau tidak memimpin,” tuturnya santai, sambil menggambarkan proses tersebut.
Dari proses itu, terpilih Putra Qomaluddin Attar Nurriqli sebagai pemimpin baru MGR.
Kehadiran sosok muda ini menjadi harapan bagi keberlanjutan komunitas.
Di bawah kepemimpinannya, MGR tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial.
Mulai dari sunat massal, berbagi dengan anak yatim, hingga kegiatan keagamaan.
“Kita ingin tetap hidup dan bermanfaat,” ucap Rico dengan nada penuh harap.