WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum, Kabupaten Tabalong, menggelar panen perdana padi jenis gamagora sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan berbasis pesantren.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor pertanian yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada edukasi dan pemberdayaan santri.
Panen perdana ini merupakan kelanjutan dari program pembinaan Pesantren Sejahtera yang dijalankan oleh Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) bersama PT Adaro Indonesia sejak 2018.
Melalui program tersebut, Ponpes Miftahul Ulum sebelumnya telah mengembangkan berbagai unit usaha, seperti budidaya ikan patin dan nila, yang terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi pesantren.
Ketua YABN, Zuraida Murdia Hamdie, mengatakan bahwa budidaya padi gamagora merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kemandirian pesantren.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pembentukan kapasitas. Kami ingin pesantren mampu mandiri secara pangan sekaligus mencetak santri yang memiliki keterampilan praktis dan siap berkontribusi di masyarakat,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Budidaya padi dilakukan di atas lahan seluas sekitar 0,6 hektare yang terbagi dalam dua titik, yakni 0,4 hektare untuk padi gamagora dan 0,2 hektare untuk padi siam madu.
Sistem tanam yang digunakan adalah legowo 4:1, dengan tahapan meliputi uji tanah, persiapan lahan, pelatihan teknis, hingga pendampingan dalam pengendalian hama dan pemantauan pertumbuhan tanaman secara berkala.







