Budidaya padi dilakukan di atas lahan seluas sekitar 0,6 hektare yang terbagi dalam dua titik, yakni 0,4 hektare untuk padi gamagora dan 0,2 hektare untuk padi siam madu.
Sistem tanam yang digunakan adalah legowo 4:1, dengan tahapan meliputi uji tanah, persiapan lahan, pelatihan teknis, hingga pendampingan dalam pengendalian hama dan pemantauan pertumbuhan tanaman secara berkala.
Meski menghadapi tantangan berupa ketersediaan air yang tidak merata di beberapa lahan, hasil panen menunjukkan capaian positif dengan estimasi produksi mencapai sekitar 2,5 ton gabah kering giling.
Hasil ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan internal pesantren sekaligus memberikan nilai ekonomi melalui pengelolaan bersama.
Kegiatan panen melibatkan pengelola pesantren, santri, serta pendamping program. Selain sebagai simbol keberhasilan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi santri dalam memahami pentingnya ketahanan pangan dan praktik pertanian berkelanjutan. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Andi Akbar







