WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Belasan siswa yang tidak naik kelas di SMAN 2 Banjarmasin adalah para atlet.

Mereka adalah para atlet Banjarmasin yang tidak hanya sering mewakili kota ini, tetapi juga membawa nama Kalsel ketika bertanding ke kancah olahraga tingkat nasional.

Bahkan, ketika mereka menorehkan prestasi, secara otomatis mengharumkan baik nama Banjarmasin maupun Kalsel.

Sebagai atlet, tentunya mereka juga di bawah pembinaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Namun, Ketua KONI Banjarmasin H Hermansyah saat dihubungi Wartabanjar.com, Senin (20/7/2026) untuk menanyakan nasib yang dialami para siswa atlet di SMAN 2 Banjarmasin, mengaku tidak mengetahui permasalahan tersebut.

"Itu ada di pengurus cabor (cabang olahraga)," katanya singkat.

Baca Juga: Belasan Siswa Atlet SMAN 2 Banjarmasin Tidak Naik Kelas, Orang Tua: Apa Bedanya dengan Reguler?

Baca Juga: 41 Anggota Jemaah Umrah asal HST Gagal Berangkat, Sebagian Sudah di Bandara

Sebelumnya, Asisten Kehumasan Bidang Komunikasi dan Kemitraan SMAN 2 Banjarmasin, Rano Welum secara tidak langsung membenarkan informasi tentang belasan siswa atlet tidak naik di sekolah tersebut.

Ia pun mengiyakan mereka masuk ke SMAN 2 Banjarmasin melalui jalur Kelas Khusus Olahraga (KKO).

Namun, Rano mengatakan tidak dapat memberikan informasi pasti mengenai jumlah siswa atlet yang tidak naik kelas.

"Saya tidak berani ya, karena ada etikanya juga dan untuk menjaga data mereka yang sudah pindah," katanya.

Mengenai penyebab belasan siswa itu tidak naik kelas, Rano mengatakan karena nilai akademik mereka tidak memenuhi syarat kenaikan.

Bahkan, lanjutnya, mereka kerap tidak melaksanakan tugas yang diberikan guru.

Menurut Rano, meski siswa jalur KKO, mereka harus tetap memperhatikan keseimbangan antara kegiatan sebagai atlet dan tugas akademik.

"Oke (mereka) siswa atlet berprestasi. Tapi kami juga punya aturan terkait tugas, absensi. Banyak hal yang pada prinsipnya harus seimbang," ucapnya.

Rano pun menyampaikan masalah ini telah ditangani Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel.