Bahkan, peredaran narkoba mulai merambah pesantren.
“Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan sedikit,” kata Habib Aboe Bakar.
Ia menduga hal tersebur terjadi karena ada keterlibatan pebisnis-pebisnis besar.
“Nah, saya khawatir yang bermain-main ini, ya maaf ya, saya, kita tidak tendensius, saya khawatir yang bermain ya yang punya posisi-posisi, atau pebisnis-pebisnis besar,” ujar Habie Aboe Bakar. (Wartabanjar.com/berbagai sumber/dwisud)
Editor Restu







