Terisak Usai Diperiksa MKD DPR, Legislator Kalsel Habib Aboe Bakar Minta Maaf ke Ulama Madura
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kalsel, Habib Aboe Bakar Alhabsy secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat terutama ulama Madura, Jatim
Permintaan maaf situ diucapkan Habib Aboe Bakar seusai menjalani "pemeriksaan" di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Selasa (14/4/2026).
Legislator Kalsel yang menjadi anggota Komisi III DPR itu dipanggil MKD DPR usai viralnya pernyataannya tentang adanya oknum ulama di Madura yang diduga melakukan transaksi narkoba.
"Saudara kawan-kawan media dan saudara-saudara saya yang tercinta mulai dari Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan, warga Madura, ulama-ulama, tokoh-tokoh masyarakat semua. Saya harus mengatakan saya minta maaf," ujar Habib Aboe Bakar sambil terisak.
Politisi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang sudah empat periode mewakili Kalsel di DPR ini mengaku pernyataannya telah menyudutkan ulama dan pesantren, meski tidak ada niat seperti itu apalagi menghina ulama.
Menurut Habib Aboe Bakar mengatakan pernyataannya itu merupakan bentuk keprihatinan agar narkoba tidak masuk lingkungan pesantren.
"Maksud saya untuk mengajak semua pihak, termasuk lembaga pendidikan keagamaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan perkuat upaya pencegahan. Namun, cara penyampaian saya yang kurang tepat," ujarnya.
Saat rapat bersama BNN (Badan Narkotika Nasional), pada 7 April 2026, Habib Aboe Bakar mengatakan ulama mulai terlibat dalam peredaran narkoba.
Bahkan, peredaran narkoba mulai merambah pesantren.
"Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan sedikit," kata Habib Aboe Bakar.
Ia menduga hal tersebur terjadi karena ada keterlibatan pebisnis-pebisnis besar.
"Nah, saya khawatir yang bermain-main ini, ya maaf ya, saya, kita tidak tendensius, saya khawatir yang bermain ya yang punya posisi-posisi, atau pebisnis-pebisnis besar," ujar Habie Aboe Bakar. (Wartabanjar.com/berbagai sumber/dwisud)
Editor Restu