WARTABANJAR.COM – Video viral Sarwendah, mantan istri artis Ruben Onsu, sedang berada di kawasan Gunung Kawi berefek beragam spekulasi.
Termasuk soal kesehatan Ruben Onsu yang disebut-sebut netizen kemungkinan karena aktivitas Sarwendah di Gunung Kawi.
Meski lewat pengacaranya, Sarwendah sudah membantah dugaan-dugaan negatif yang mengarah kepadanya, namun netizen tidak henti mengulik mantan ibu angkat penyanyi Bertrand Peto ini.
Sebenarnya apa sih Gunung Kawi yang namanya populer sebagai tempat ritual?
Gunung Kawi berada di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Di kawasan Gunung Kawi terdapat pemakaman yang dikeramatkan dan sering diziarahi orang dari berbagai daerah di Indonesia, terutama pada malam 1 Muharram atau di Jawa lebih dikenal dengan istilah 1 Suro.
Baca Juga: Hari Ini Raffi Ahmad Sendirian Naik Haji, Irfan Hakim Ngaku Iri dengan Suami Nagita Slavina
Baca Juga: Hendy Gigi Bangga Putrinya Lulus SMA: “Lanjut Kuliah ya, Proud of You Bidadariku”
Kabarnya, makam keramat itu adalah pemakaman Kanjeng Kyai Zakaria II (wafat 22 Januari 1871) dan anak angkatnya, RM Imam Soedjono (wafat 8 Februari 1876).
Menurut beberapa literasi yang dibaca Wartabanjar.com, keduanya adalah pengikut Pangeran Diponegoro yang memimpin “Perang Jawa” melawan penjajah, 1825-1830.
Selain menggalang kekuatan perlawanan rakyat, kedua tokoh bangsawan itu juga menyebarkan agama Islam.
Kyai Zakaria yang lebih populer disebut Eyang Jugo merupakan buyut dari Susuhanan Pakubuwono I yang berkuasa di Keraton Kertosuro pada 1705-1717.
Sementara RM Imam Soedjono adalah buyut dari Sultan Hamengku Buwono I yang memerintah Keraton Yogyakarta pada 1755-1892.
Semula orang yang berziarah ke dua makam itu murni untuk mendoakan Eyang Jugo dan RM Imam Soedjono.
Namun, kemudian terjadi pergeseran bahwa makam keramat di Gunung Kawi itu adalah tempat pesugihan (mendapatkan kekayaan melalui cara mistis).
Pergeseran itu terjadi usai datangnya seseorang dari negara China, Tamyang.
Dia mengaku anak seorang perempuan yang pernah dibantu Eyang Jugo ketika melakukan perjalanan ke China.
Berkat bantuan Eyang Jugo, rezeki perempuan itu mengalir deras.
Menurut Tamyang, sebelum Eya Jugo kembali ke Tanah Air, sempat berpesan agar anak perempuan itu datang ke Gunung Kawi.
Karena pesan itu pula Tamyang datang ke Gunung Kawi dan merawat makam Eyang Jugo.
Karena berdarah China maka Tamyang pun membangun rumah dan tempat ibadah berarsitek China.







