WARTABANJAR.COM – Nilai tukar rupiah atas dolar AS kembali terpuruk pada Rabu (20/5) pukul 09.30 WITA pagi menembus level Rp 17.745.
Kondisi ini jadi sorotan warga karena berdampak pada naiknya harga bahan pokok.
Pernyataan Presiden Prabowo terkait kenaikan dolar juga banyak memantik respons warganet.
Baca Juga: Pelaku Penganiayaan di Sungai Pinang Banjar Mengaku Mendengar Bisikan Gaib Saat Menyerang Korban
Prabowo menyebut orang desa tidak menggunakan dolar dan memiliki saham.
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tak lama lagi akan berakhir.
“Ingat rupiah tidak akan bergerak di level ini terlalu lama,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip CNBC pada Rabu (19/5/2026).
Purbaya menegaskan, keyakinan ini ia dasari dari masih derasnya potensi aliran modal asing yang membawa pasokan dolar AS ke Indonesia, imbas dari kebijakannya melakukan stabilisasi di pasar obligasi dengan cara membeli surat berharga negara (SBN) yang dilepas oleh investor global.
“Tadi kita liat ada perbaikan sentimen ke pasar obligasi kan. dana mulai masuk ke sini dan saya pikir ke depan akan lebih banyak yang masuk sehingga rupiah akan menguat,” tegas Purbaya.
Purbaya mengaku sudah melakukan kebijakan pembelian kembali atau buyback SBN yang dilego investor itu sejak Rabu (13/5/2026).







