Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Level Rp 17.602, Prabowo Sebut Orang Desa Tak Pakai Dolar
WARTABANJAR.COM - Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar direspons Presiden Prabowo Subianto di sela-sela peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar tembus ke angka 17.600 lebih.
Saat berita dirilis pukul 16.41 WITA, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih di angka Rp 17.602.
Baca Juga Amankan 2 Pria dan Sejumlah Barang Bukti, Polsek Murung Pudak Ungkap Peredaran Obat Keras Yurindo
Awalnya Prabowo menyinggung pihak yang kerap menyebut kondisi ekonomi Indonesia berada dalam bahaya, karena rupiah terus melemah.
"Jadi, saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa, ya kan?," kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra ini meminta agar publik tidak terlalu mengkhawatirkan pergerakan rupiah terhadap dolar.
Menurutnya, masyarakat di daerah pedesaan tidak menggunakan mata uang asing tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Klaimnya kondisi ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik bahkan relatif stabil, terutama pada sektor pangan dan energi di tengah kepanikan global.
"Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," ujarnya.
Nilai tukar rupiah anjlok sejak Jumat (15/5) di level Rp17.614 per dolar AS. Sempat penguat pada Sabtu (16/5) pagi di level Rp17.592 per dolar AS. (Wartabanjar.com/atoe)
Editor Restu