Inilah yang kemudian memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kekeringan.
Mengutip BRIN, fenomena ini disebut “Godzilla” karena skalanya yang besar dan dampaknya yang tidak bisa dianggap ringan.
Melalui Instagramnya, Profesor Riset di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin bahkan mengungkapkan bahwa fenomena ini disebut berpotensi meningkatkan suhu hingga sekitar 1,5 hingga 2 derajat Celsius.
Kenaikan ini memang tidak terjadi secara instan, tetapi akan terasa seiring penguatan fenomena yang dimulai dari awal kemunculannya. (Wartabanjar.com/*)
Editor Restu







