Kasus ini mencuat setelah akun X @sampahfhui pada Minggu (12/4/2026) mengunggah sejumlah tangkapan layar percakapan berisi dugaan pelecehan seksual.
Unggalan ini secara cepat menyebar dan viral di medso.
Menurut Dimas, terbongkarnya kasus ini justru berawal dari permintaan maaf para terduga pelaku di dalam grup chat yang kemudian diunggah akun @sampahghui.
Permintaan maaf para terduga pelaku justru memicu munculnya bukti-bukti lain berupa percakapan yang lebih spesifik.
Diungkapkan dalam unggahan akun @sampahfhui, di antara 16 mahasiswa terduga pelaku pelecehan ada pengurus penting dalam organisasi kemahasiswaan di lingkungan FH UI.
Bahkan ada menjabat sebagai ketua angkatan hingga calon ketua pelaksana orientasi mahasiswa atau opspek.
“Benar di dalam grup yang menjadi platform mereka untuk berkomunikasi terdapat 16 orang. Beberapa dari pelaku merupakan eks petinggi organisasi di FH UI dan sudah diberhentikan sebagai sanksi,” ujar Dimas. (Wartabanjar.com/berbagaisumber/dwisud)
Editor: Andi Akbar












