“Kita tahu olahraga menjunjung tinggi nilai fair play, sportivitas, persatuan dan kesatuan. Ini bukan hanya soal prestasi, tapi juga bagaimana kita memberi contoh kepada masyarakat,” katanya.
Langkah Hasnuryadi ini mendapat respons sangat positif dari Ketua TPP KONI Kalsel, Abdul Haris Makkie, yang menyebutnya sebagai sikap yang elegan dan jarang ditemui dalam dinamika organisasi olahraga.
“Kami sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan luar biasa. Ini elegan sekali apa yang dilakukan Pak Hasnur,” ujar Haris Makkie.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktik yang selama ini berlangsung, persoalan rangkap jabatan kerap dianggap bukan masalah. Namun Hasnuryadi justru memilih jalan berbeda dengan memastikan semuanya benar-benar bersih dan sesuai aturan sebelum melangkah lebih jauh.
“Kalau dari sisi yang sudah ada atau pernah dilakukan, sebenarnya tidak masalah. Tapi beliau tidak menginginkan seperti itu. Yang diinginkan adalah betul-betul clear and clean terhadap hal-hal yang diatur dalam AD/ART,” jelas Haris Makkie.
Ia pun menilai sikap tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pengurus dan pegiat olahraga agar tidak mengabaikan aturan hanya demi menduduki sebuah jabatan.
“Ini pelajaran berharga bagi kita semua di organisasi olahraga. Jangan sampai ada aturan yang kita tabrak hanya untuk sebuah posisi,” tegasnya.
Terkait tindak lanjut, Haris Makkie mengungkapkan bahwa KONI Kalsel akan melakukan konsultasi dengan KONI Pusat untuk mendapatkan kepastian regulasi, yang dapat dilakukan melalui komunikasi jarak jauh tanpa harus datang langsung ke Jakarta. Hasnuryadi sebagai Ketua PSSI Kalsel juga disarankan untuk berkoordinasi langsung dengan PSSI Pusat.
“Keputusannya seperti apa, kita tunggu hasil konsultasi. Kami berharap langkah ini menghasilkan keputusan yang jelas dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari,” pungkas Haris Makkie.(wartabanjar.com/MC Kalsel/*)
Editor Restu













