Ini Penyebab Produksi CPO Astra Agro Lestari Tabalong Turun Drastis
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Produksi crude palm oil (CPO) PT Astra Agro Lestari mengalami penurunan signifikan seiring dilakukannya peremajaan (replanting) tanaman sawit dalam skala besar.
Dari total luas lahan sekitar 2.500 yang dikelola, hampir 1.000 hektare lebih diremajakan, dengan luasan yang telah direplanting mendekati separuhnya. Peremajaan ini dilakukan karena sebagian besar tanaman sudah memasuki usia tidak produktif.
CDO PT Astra Agro Lestari, Bambang Budiansyah, mengatakan bahwa dampak dari program tersebut membuat produksi CPO menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga Polresta Banjarmasin Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp 4,4 Miliar
“Peremajaan ini memang berdampak pada penurunan produksi. Untuk kembali dalam kondisi normal, dibutuhkan waktu hingga 15 tahun,” ujarnya pada wartabanjar.com di Wisma Tamu Astra Agro Lestari Desa Hayup Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan pada Selasa (7/4/2026).
Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut bersifat sementara. Setelah tanaman kembali memasuki masa produktif, produksi CPO diperkirakan akan kembali stabil bahkan meningkat.
Bambang juga menepis kekhawatiran petani terkait daya tampung pabrik terhadap hasil tandan buah segar (TBS) masyarakat di masa mendatang.
Menurutnya, kapasitas pabrik pengolahan saat ini masih cukup longgar. Dari kapasitas terpasang sebesar 45 ton per jam, realisasi produksi baru mencapai sekitar 36 ton per jam.
“Artinya masih ada ruang yang cukup besar. Jadi tidak perlu khawatir, TBS masyarakat tetap bisa kami tampung,” jelasnya.
Sebagai perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tabalong, Astra Agro Lestari berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap perekonomian daerah, baik melalui penyerapan hasil panen petani maupun pembukaan lapangan kerja.
“Setidaknya kami bisa membantu penyerapan TBS petani dan juga dalam hal penyerapan tenaga kerja di Tabalong,” pungkas Bambang. (wartabanjar.com/Suhardi).
Editor Restu