Suporter Timnas Spanyol Hina Islam, Bintang Barcelona Lamine Yamal Bangga Jadi Muslim
WARTABANJAR.COM - Aksi berlebihan bahkan rasis dengan menghina umat Islam dilakukan suporter Timnas Spanyol usai timnya hanya bermain imbang 0-0 melawan Timnas Mesir dalam laga persahabatan di RCDE Stadium, Selasa (31/3/2026).
Penghinaan ini selain tidak etis juga seakan menghina pemain Timnas Spanyol sendiri yang juga bintang Barcelona, Lamine Yamal.
Lamine Yamal pun bereaksi pascapenghinaan suporter Timnas Spanyol itu.
Baca Juga Lansia Diduga Tenggelam di Sungai Haur Gading HSU
Aksi penghinaan itu dilakukan karena suporter kecewa ketika Timnas Spanyol tidak mampu membobol gawang Mesir, meskipun terus membombardir serangan selama pertandingan berlangsung.
Berdasar data pertandingan, timnas berjuluk La Furio Roja itu menguasai lebih dari 60 persen penguasaan bola.
Sebanyak 25 tembakan ke arah gawang dilakukan, berbanding empat tendangan dari penggawa Timnas Mesir.
Seusai laga, sekelompok suporter berulangkali meneriakkan kalimat rasis yang ditujukan kepada pemeluk Islam.
"Siapapun yang tidak melompat adalah seorang Muslim."
Pihak panitia sebenarnya sudah mengingatkan mereka dengan menampilkan pesan peringatan di layar raksasa stadion.
Namun, suporter tidak peduli.
berdasarkan peraturan FIFA, organisasi sepak bola Spanyol terancam dua saksi akibat ulah suporternya itu.
Pertama, pembatasan atau larangan penonton di RCDE Stadium untuk laga selanjutnya.
Kedua, denda minimal 21 ribu euro atau sekira Rp 412,2 juta.
Reaksi Lamine Yamal
Aksi suporter Timnas Spanyol itu juga seakan menghina pemainnya sendiri, Lamine Yamal.
Wonderkid Barrcelona itu adalah seorang muslim.
Bagaimana reaksi dia?
Dari unggahan di akun Instagram pribadi, Lamine Yamal langsung bereaksi keras.
"Kemarin di stadion, terdengar nyanyian 'siapa pun yang tidak melompat adalah Muslim'. Saya tahu itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan ditujukan secara pribadi kepada saya, tetapi sebagai seorang Muslim, itu tetap tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi."
"Saya mengerti bahwa tidak semua penggemar seperti itu, tetapi kepada mereka yang menyanyikan hal-hal ini: menggunakan agama sebagai lelucon di stadion membuat Anda terlihat bodoh dan rasis."