Wasit Malaysia Jadi Sorotan Pimpin Final Sengit Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026
WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Final FIFA Series 2026 mempertemukan Timnas Indonesia melawan Bulgaria pada Senin (30/3/2026) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertandingan ini menjadi sorotan karena Indonesia berhasil melaju ke partai puncak setelah menundukkan Saint Kitts & Nevis dengan skor telak 4-0, sementara Bulgaria mencatat kemenangan besar 10-2 atas Kepulauan Solomon.
Wasit dari Malaysia Ditunjuk FIFA
Pertandingan final ini akan dipimpin oleh Muhammad Nazmi bin Nasaruddin, wasit asal Malaysia berusia 36 tahun yang sudah memegang lisensi FIFA selama satu dekade. Nazmi dikenal sebagai salah satu wasit papan atas Asia Tenggara dan telah memimpin sejumlah laga bergengsi, termasuk AFC Champions League Elite musim ini. Ia akan dibantu oleh kompatriotnya, Muazi Zainal Abidin dan Farhan bin Abdul Aziz sebagai asisten wasit, serta Judi Nurcahaya dari Indonesia sebagai ofisial keempat.
Rekam Jejak Nazmi di Sepakbola Indonesia
Nazmi bukan sosok asing bagi publik sepakbola Indonesia. Ia pernah memimpin laga BRI Liga 1 antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada September 2024. Selain itu, ia juga dipercaya memimpin beberapa pertandingan penting di Super League musim ini, termasuk duel Persebaya Surabaya vs Borneo FC dan Arema FC vs Madura United.
Atmosfer SUGBK Jadi Magnet
Atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kembali menjadi daya tarik tersendiri. Pelatih Bulgaria bahkan menyebut atmosfer SUGBK tidak kalah dengan stadion legendaris seperti Old Trafford. Dukungan penuh suporter Indonesia diharapkan menjadi energi tambahan bagi skuad Garuda untuk meraih trofi perdana di ajang FIFA Series.
Statistik dan Performa Tim
Indonesia tampil impresif dengan lini serang yang produktif, termasuk kontribusi B. Putra yang mencetak dua gol di laga semifinal. Bulgaria juga menunjukkan kekuatan ofensif melalui V. Nikolov yang mencetak hat-trick. Pertemuan kedua tim ini diprediksi berlangsung sengit dengan peluang terbuka bagi Indonesia untuk mengangkat trofi.
Harapan Publik Sepakbola Nasional