Film “Kuyank” Tembus 2.000 Penonton di Barabai
Kesuksesan pemutaran “Kuyank” pun memunculkan harapan baru. Masyarakat mulai membayangkan kehadiran bioskop permanen di HST.
“Ke depan tentu kami berharap ada ruang atau gedung khusus pertunjukan di HST, baik untuk kesenian, budaya, musik, maupun film,” kata Rizqan.
Meski demikian, untuk produksi film skala besar di daerah masih menjadi rencana jangka panjang. Namun, semangat untuk terus berkarya tetap digaungkan.
“Kami mendorong para penggiat film lokal untuk terus menghasilkan karya, terutama film pendek yang mengangkat budaya, kesenian, dan potensi pariwisata di daerah,” tambahnya.
Sejauh ini, sejumlah film pendek karya anak muda HST telah lahir, di antaranya “Radin Pangantin”, “Terlalu Berisik”, dan “Tiwikrama”.
Pemutaran “Kuyank” sendiri merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari rumah produksi Dari Hati Films, Balai Rakjat Creative Hub sebagai penyelenggara, hingga dukungan Pemerintah Kabupaten HST, serta dukungan berbagai pihak termasuk Polres HST, Disporabudparekraf HST, dan media partner.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap karya anak daerah sekaligus upaya menjaga narasi budaya lokal tetap hidup di ruang publik. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu