WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kasus meninggalnya seorang dokter internship di Cianjur yang diduga akibat campak menjadi perhatian serius pemerintah. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penyakit tersebut tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa.

Kementerian Kesehatan RI menegaskan, siapa pun berisiko terpapar campak, terutama ketika kekebalan kelompok (herd immunity) belum terbentuk akibat rendahnya cakupan imunisasi di masyarakat.

Salah satu faktor yang disorot adalah maraknya penyebaran informasi keliru terkait vaksin, termasuk gerakan antivaksin yang semakin masif, terutama di media sosial. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat ragu hingga menunda bahkan menolak imunisasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengingatkan bahwa keputusan tidak melakukan vaksinasi memiliki dampak luas, tidak hanya bagi individu tetapi juga lingkungan sekitar.

“Pilihan untuk tidak divaksin tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga keluarga dan masyarakat,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Kemenkes menegaskan bahwa vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit menular. Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan vaksin mampu menekan angka kesakitan hingga kematian.

Selain itu, vaksin yang digunakan di Indonesia telah melalui proses uji ketat terkait keamanan, kualitas, dan efektivitas. Vaksin juga telah mendapatkan rekomendasi dari World Health Organization serta izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Secara historis, vaksinasi terbukti berhasil mengendalikan bahkan memberantas penyakit berbahaya seperti cacar dan polio di berbagai negara.

Terkait efek samping, Kemenkes memastikan reaksi pascavaksin umumnya ringan dan bersifat sementara. Meski tidak memberikan perlindungan penuh, vaksin terbukti mampu mengurangi risiko gejala berat hingga kematian.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi, serta tidak mudah terpengaruh narasi yang tidak berbasis bukti ilmiah, khususnya terkait isu kesehatan publik.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad