Bolehkah Puasa Syawal Tidak Dikerjakan 6 Hari Berturut-turut, ini Penjelasannya

WARTABANJAR.COM – Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan sunnah setelah Ramadhan. Pahalanya setara dengan pahala puasa selama satu tahun sebagaimana hadits Rasulullah.  

Dalam praktiknya puasa Syawal selama enam hari tersebut, banyak umat muslim yang memgerjakan tidak berurutan, tetapi dilaksanakan secara terpisah dan bahkan dikerjakan di akhir bulan Syawal.

Berkaitan hal ini, Sayyid Abdullah Al-Hadrami menjelaskan bahwa puasa sunnah Syawal tidak harus dilakukan secara tersambung.

Enam hari puasa sunnah Syawal boleh dikerjakan secara terpisah-pisah sepanjang masih berada di bulan Syawal.  

“Apakah disyaratkan dalam puasa Syawal untuk terus-menerus? Jawaban: sesungguhnya tidak disyaratkan dalam puasa Syawal untuk terus-menerus, dan cukup bagimu untuk puasa enam hari dari bulan Syawal sekalipun terpisah-pisah, sepanjang semua puasa tersebut dilakukan di dalam bulan ini (Syawal).”  

Dengan demikian, praktik umat Islam yang melaksanakan puasa Syawal secara terpisah dapat dibenarkan.

Kendati demikian, yang lebih utama adalah dilakukan terus-menerus tanpa dipisah-pisah.