Menteri LH Dorong Penanganan Sampah di Kalsel Berbasis Kampus

Sementara itu, Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, menyambut baik kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berlangsung produktif dengan pembahasan fokus pada penanggulangan sampah di Kalimantan Selatan, termasuk di lingkungan kampus di Banjarmasin dan Banjarbaru.

“Meskipun sebagian sivitas akademika masih dalam suasana mudik, pertemuan hari ini sangat produktif dalam mendiskusikan persoalan lingkungan hidup, terutama terkait penanganan sampah di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia menegaskan kesiapan ULM untuk mendukung kebijakan pemerintah melalui pendekatan berbasis riset dan inovasi. Salah satu inovasi unggulan yang telah dikembangkan adalah produk balok ekowood, hasil pengolahan sampah oleh tim Fakultas Teknik bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM yang telah melalui proses riset selama kurang lebih empat tahun dengan dukungan pendanaan dari LPDP.

“Pak Menteri telah melihat langsung hasil ekowood yang merupakan inovasi dari pengolahan sampah. Kami berharap temuan ini dapat segera diimplementasikan sebagai solusi konkret dalam penanggulangan sampah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Alim Bachri mengungkapkan bahwa hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

Dalam waktu dekat, ULM juga akan meluncurkan program mahasiswa penggerak pemilah sampah sebagai langkah konkret pengelolaan sampah berbasis kampus.

“Sesuai kesepakatan, minimal 100 mahasiswa di setiap fakultas akan dilibatkan. Ini menjadi langkah nyata kami dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah berbasis kampus,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi antara ULM, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dapat semakin diperkuat guna mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah, baik di tingkat kampus maupun masyarakat luas. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)

Editor Restu