“Sesuai kesepakatan, minimal 100 mahasiswa di setiap fakultas akan dilibatkan. Ini menjadi langkah nyata kami dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah berbasis kampus,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara ULM, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dapat semakin diperkuat guna mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah, baik di tingkat kampus maupun masyarakat luas. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







