WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Bulan puasa Ramadhan baru saja berakhir dan sekarang memasuki bulan Syawal.
Usai Ramadhan, masih ada ibadah puasa lainnya yang bisa dikerjakan di bulan Syawal ini yaitu puasa Syawal atau puasa enam.
Hukum melaksanakan puasa Syawal adalah sunah, artinya boleh dikerjakan boleh juga tidak.
Puasa Syawal dikerjakan selama bulan Syawal sebanyak enam hari, makanya sebagian kalangan ada yang menyebutnya sebagai puasa enam.
Bagi yang ingin melakukan puasa Syawal, berikut ini niat puasa Syawal, tata cara puasa Syawal, dan keutamaan puasa Syawal.
Keutamaan Puasa Syawal
Meski tak bersifat wajib alias memiliki ketetapan hukum sunah, puasa Syawal yang berlangsung selama enam hari dapat memberikan pahala berlimpah bagi mereka yang menjalaninya.
Bahkan, pahala puasa enam hari di bulan Syawal ini setara dengan puasa selama setahun.
Keutamaan puasa Syawal selama enam hari disebut dalam sejumlah hadis.
Salah satunya diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab sahihnya pada bab kesunahan puasa enam hari Syawal, sebagai berikut:
BACA JUGA: Peringatan Dini Banjir Rob di Muara Sungai Barito Sampai 31 Maret
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa 6 hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahu penuh.”
Hal ini juga diriwayatkan dalam Hadits Ibnu Majah dari Thawban, seorang budak yang dibebaskan Rasulullah, yang artinya sebagai berikut:
“Seperti dinarasikan dari Thawban, seorang budak yang dibebaskan Rasulullah, Nabi SAW berkata, “Siapa saja yang puasa enam hari setelah Idul Fitri akan berpuasa selama satu tahun tersebut, dengan satu kebaikan dihargai 20 kebaikan serupa.”
Pahala puasa Syawal yang setara berpuasa satu tahun ini merupakan salah satu keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW, sebab umur umat Nabi Muhammad lebih pendek dibanding umat terdahulu yang bisa mencapai ratusan tahun.
Di samping itu, keutamaan lain dari puasa Syawal juga merupakan ibadah sunnah yang diharapkan dapat menyelamatkan manusia di hari akhir kelak.
Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan olej An-Nasa’i mengatakan bahwa:







