Seperti dinarasikan Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata, Amalan pertama yang dihitung dari seorang manusia adalah sholat. Jika sempurna maka semuanya akan tercatat lengkap, dan jika ada yang kurang Allah SWT akan berkata, “Periksalah jika hambaku melakukan ibadah sunnah (nafil).” Jika dia melakukannya maka ibadah wajib akan dilengkapi dari yang sunnah. (HR An-Nasa’i).
Niat Puasa Syawal
Seperti ibadah lainnya, puasa sunah enam hari di bulan Syawal harus diiringi dengan lafal niat.
Berikut bacaan niat puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
(Nawaitu shouma ghodin ‘an adaai sunnati lillaahi ta’aala)
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Tata Cara Puasa Syawal
Setelah melafalkan niat puasa Syawal, dianjurkan menjalankan sahur sebelum azan Subuh seperti berpuasa pada umumnya.
Kemudian, hal ini dilanjutkan dengan berpuasa menahan lapar dan nafsu selama 13 jam hingga matahari terbenam atau saat azan Magrib berkumandang lalu dianjurkan untuk segera berbuka puasa saat azan berkumandang.
Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal.
Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah ini persis setelah Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal.
Artinya, puasa dilakukan pada 2-7 Syawal.
Selain itu, puasa juga bisa dilakukan berselang hari asalkan masih di bulan Syawal.
Namun, sebagaimana disebutkan di firman Allah SWT dalam QS Ali Imran ayat 133, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Syawal sesegera mungkin.
Berikut ini arti dari QS Ali Imran ayat 133 tersebut:
“Bersegera lah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







