Panduan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Dalam Bahasa Arab dan Latin
Membaca surat Al-Fatihah merupakan salah satu rukun shalat. Sehingga, dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri, surat Al-Fatihah wajib dibaca.
6. Membaca Surat Pendek
Setelah membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek. Menurut Imam as-Shan’ani (wafat 1182 H), berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim, surat yang dianjurkan dibaca pada rakaat pertama adalah surat Al-A’la, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ghasyiah.
Menurut beliau, kedua surat tersebut memuat peringatan tentang kehidupan akhirat, janji, dan ancaman, sehingga sesuai dibaca pada shalat yang dihadiri banyak orang. Namun, terdapat pula riwayat lain yang menyebutkan anjuran membaca surat Qaf pada rakaat pertama dan Al-Qamar pada rakaat kedua:
وَلَهُ أَيْ لِمُسْلِمٍ (عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ يَقْرَأُ) أَيْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (فِي الْعِيدَيْنِ) الْفِطْرِ، وَالْأَضْحَى أَيْ فِي صَلَاتِهِمَا (وَفِي الْجُمُعَةِ) أَيْ فِي صَلَاتِهَا بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّك الْأَعْلَى أَيْ: فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى بَعْدَ الْفَاتِحَةِ (وَهَلْ أَتَاك حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) أَيْ فِي الثَّانِيَةِ بَعْدَهَا... وَفِي سُورَةِ سَبِّحْ، وَالْغَاشِيَةِ مِنْ التَّذْكِيرِ بِأَحْوَالِ الْآخِرَةِ، وَالْوَعْدِ، وَالْوَعِيدِ مَا يُنَاسِبُ قِرَاءَتَهُمَا فِي تِلْكَ الصَّلَاةِ الْجَامِعَةِ، وَقَدْ وَرَدَ فِي الْعِيدَيْنِ أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ بِقَافٍ وَاقْتَرَبَتْ
“Dan dalam riwayat Muslim, dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) yakni dalam shalat keduanya, dan juga pada shalat Jumat: Sabbihisma rabbikal a’lā, yaitu pada rakaat pertama setelah bacaan al-Fatihah, dan Hal atāka ḥadītsul ghāsyiyah, yaitu pada rakaat kedua setelahnya. Dalam kedua surah tersebut terdapat peringatan tentang keadaan akhirat, janji dan ancaman, yang sesuai dibaca pada shalat yang mengumpulkan banyak orang seperti itu. Dan juga diriwayatkan bahwa pada shalat dua hari raya, Nabi SAW pernah membaca surah Qaf dan Iqtarabat (as-Sā’ah).” (Subul as-Salam Syarh Bulugh al-Maram [Kairo: Dar al-Hadis], vol. 2, h. 407)
7. Rukuk dan Sujud
Setelah membaca surat tersebut, shalat dilanjutkan seperti biasa, yaitu dengan rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.
8. Takbir Lima Kali pada Rakaat Kedua
Usai sujud kedua, kemudian berdiri dan mengucapkan takbir sebanyak lima kali. Di sela-sela setiap takbir, dianjurkan membaca doa sebagaimana dijelaskan pada langkah keempat.
9. Menyempurnakan Shalat
Sesudah takbir lima kali pada rakaat kedua, selanjutnya shalat dilanjutkan seperti biasa, mulai dari membaca surat Al-Fatihah hingga diakhiri dengan salam.
10. Mendengarkan Khutbah