WARTABANJAR.COM – Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri atau shalat Id yang dikerjakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah.
Shalat ini juga boleh dilaksanakan secara sendiri (munfarid). Namun, dilakukan dengan jamaah lebih baik dan shalat sendiri lebih baik daripada tidak sama sekali.
Di dalam sholat Ied terdapat 7 kali takbir pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua. Di sela-sela takbir tersebut terdapat bacaan khusus.
Meskipun demikian, hal tersebut bukanlah sebuah rukun dalam shalat id. Hukum takbir tambahan (lima kali pada pada rakaat kedua atau tujuh kali pada rakaat pertama) adalah sunnah, sehingga tidak sampai menggugurkan keabsahan shalat Id apabila terjadi kelupaan mengerjakannya.
Ustadz Mahbib Khoiron menjelaskan secara rinci tata cara pelaksanaan shalat Idul Fitri lengkap dengan bacaannya dalam artikel berjudul Tata Cara Shalat Idul Fitri yang dikutip pada Kamis (19/3/2026).
Hal serupa juga dapat dijumpai dalam kitab-kitab lainnya, antara lain al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î (juz I) karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan ‘Ali asy-Asyarbaji.
- Niat shalat id
Hal pertama yang perlu dilakukan dalam shalat id adalah membaca niat. Kalau menjadi makmum ditambah lafal ma’muman, sedangkan saat menjadi imam ditambah bacaan imaaman.
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini (ma’mûman/imâman) lillahi ta’ala.
“Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
Sebagaimana diketahui, pelafalan niat dengan lisan adalah perkara sunnah. Sementara yang wajib yaitu ada maksud secara sadar dan sengaja dalam batin (hati) akan menunaikan shalat sunnah Idul Fitri.
Sebelumnya shalat dimulai tanpa azan dan iqamah (karena tidak disunnahkan), melainkan cukup dengan menyeru “ash-shalâtu jâmi‘ah”.
- Takbiratul ihram Sebagaimana shalat biasa, shalat Id juga terdapat takbiratul ihram.
Usai membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama. Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا







