WARTABANJAR.COM, BARABAI – Lonjakan arus mudik menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah mulai terasa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Salah satu dampaknya terlihat pada kenaikan tarif jasa transportasi travel, khususnya rute Banjarmasin–Barabai.

Dalam beberapa hari terakhir, permintaan penumpang meningkat signifikan. Kursi travel yang biasanya masih tersedia kini cepat terisi, bahkan mendekati penuh lebih awal dibanding hari normal.

Sopir travel, Muhammad Said Rizky Nugraha, mengatakan kenaikan tarif merupakan hal yang rutin terjadi setiap musim mudik.

“Kalau mendekati Lebaran, permintaan pasti meningkat. Tarif biasanya ikut naik di kisaran Rp150 ribu sampai Rp200 ribu per orang, tergantung tujuan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Kenaikan Dimulai H-7 hingga Arus Balik

Menurut Rizky, lonjakan tarif umumnya mulai terjadi sejak H-7 Lebaran, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik.

Tak hanya sebelum Lebaran, kondisi serupa juga berlangsung saat arus balik hingga sekitar H+5, ketika masyarakat kembali ke kota asal.

“Jadi bukan hanya sebelum Lebaran, setelahnya juga masih ramai,” jelasnya.

Sopir lainnya, Hazizi, menambahkan bahwa pada hari biasa tarif berada di kisaran Rp150 ribu hingga Rp180 ribu per orang. Namun saat musim mudik, harga bisa naik mengikuti tingginya permintaan.

Keselamatan dan Kenyamanan Tetap Prioritas

Meski tarif mengalami penyesuaian, para sopir memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama. Kendaraan yang digunakan umumnya jenis minibus dengan kapasitas sekitar enam penumpang.

Pemeriksaan kendaraan dilakukan sebelum keberangkatan guna memastikan perjalanan aman dan lancar.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal, termasuk memesan tiket travel terlebih dahulu agar tidak kehabisan kursi.

Di sisi lain, belum adanya batasan tarif khusus pada periode musiman membuat harga jasa travel cenderung mengikuti mekanisme pasar.(wartabanjar.com/Adew)

editor: nur_muhammad