Kondisi Dapur Memprihatinkan
Saat inspeksi dilakukan, tim BGN menemukan kondisi dapur yang jauh dari standar. Lingkungan dapur dilaporkan kotor, berbau tidak sedap, serta tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).
Beberapa temuan di lapangan antara lain lantai yang rusak, dinding berjamur, ruang pemorsian tidak layak, hingga fasilitas pekerja yang minim. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga dinilai tidak memadai.
Lebih mengejutkan lagi, biaya perbaikan justru ditanggung secara pribadi oleh kepala SPPG.
“Kami sampai menggunakan uang pribadi untuk memperbaiki fasilitas,” ungkap Rizal.
Brigjen Dony menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak layak untuk dilanjutkan dan berpotensi membahayakan kualitas makanan yang disajikan.
Waspada Penyelewengan Program Sosial
Kasus ini menjadi peringatan serius terkait pengawasan program bantuan sosial, khususnya yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat seperti gizi anak.
Pemerintah diharapkan memperketat kontrol agar program MBG benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad






