Untuk memastikan kebenaran klaim tersebut, Nanik juga menghubungi menteri yang namanya dicatut. Hasilnya, menteri tersebut membantah keras memiliki cucu yang terlibat dalam pengelolaan dapur MBG.

Bahkan, ia mendukung langkah tegas untuk menutup dapur jika ada pihak yang mengatasnamakan keluarganya.

Kondisi Dapur Jauh dari Standar

Dalam inspeksi, tim menemukan berbagai pelanggaran serius, mulai dari lantai yang rusak, dinding berjamur, hingga fasilitas pekerja yang minim.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga dinilai tidak memadai, dengan bau tidak sedap yang menyengat dari area dapur.

Ironisnya, biaya perbaikan justru ditanggung oleh kepala SPPG secara pribadi karena pihak yayasan enggan mengeluarkan dana.

Brigjen Dony menegaskan bahwa dapur tersebut tidak layak untuk dilanjutkan operasionalnya karena berpotensi membahayakan kualitas makanan bagi para penerima manfaat.

Pengawasan Program Harus Diperketat

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pengelolaan program sosial agar lebih transparan dan akuntabel. Pemerintah diharapkan meningkatkan pengawasan guna mencegah penyalahgunaan wewenang yang merugikan masyarakat.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad