Harga Minyak Dunia Naik, Presiden Prabowo Minta Menteri Kaji WFH dan Pengurangan Hari Kerja

Prabowo menilai kebijakan serupa pernah terbukti efektif di Indonesia saat menghadapi krisis global akibat pandemi.

“Dulu kita atasi COVID dan kita berhasil. Kita mampu bekerja dari rumah dengan efisien, artinya kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” jelasnya.

Dampak Konflik Timur Tengah

Kenaikan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berdampak pada jalur distribusi energi global.

Ketegangan tersebut mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia yang menjadi penghubung utama ekspor migas dari negara-negara Teluk.

Akibat situasi itu, harga minyak mentah global melonjak tajam dari kisaran 60 dolar AS per barel menjadi sekitar 115 dolar AS per barel.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah jenis WTI saat ini berada di kisaran 98,71 dolar AS per barel.

Padahal, dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah Indonesia hanya mengasumsikan harga minyak mentah sebesar 70 dolar AS per barel.

Jika tren kenaikan harga minyak dunia terus berlanjut, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan beban anggaran negara secara signifikan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad