WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa model pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE) Banyumas layak dijadikan prioritas nasional. Sistem ini dinilai efektif, sederhana, berbasis produk lokal, dan mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan sampah di Indonesia.

Dalam kunjungannya ke TPST BLE Banyumas, Presiden menyampaikan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi salah satu prioritas nasional. Ia menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, persoalan sampah di seluruh Indonesia harus mulai terkendali.

“Semua kita kembangkan, sampah, pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua tiga tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia,” tegas Prabowo.

Presiden juga mengapresiasi terobosan Pemkab Banyumas yang melakukan pengelolaan sampah secara terintegrasi, mulai dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten. Menurutnya, teknologi yang digunakan tidak terlalu canggih namun efektif, sebagian besar berbasis produk lokal, dan mampu membentuk sistem berkelanjutan.

“Saya sangat terkesan dan saya terima kasih, Pak Bupati dan Kepala Dinas. Ini suatu terobosan inisiatif yang sangat baik. Kita lakukan pengolahan sampah dengan teknologi sederhana tapi efektif, berbasis produk lokal, dari rumah tangga sampai kabupaten,” jelasnya.

Prabowo menambahkan, sistem TPST BLE Banyumas berpotensi menjadi model bagi daerah lain di Indonesia, bahkan menarik perhatian dari negara lain. Pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh untuk memperkuat dan memperluas sistem ini.

Target besar yang diusung adalah zero sampah pada tahun 2028, sejalan dengan komitmen Pemkab Banyumas. Dengan dukungan pemerintah pusat, diharapkan pengelolaan sampah nasional dapat lebih cepat terkendali, sekaligus mendorong inovasi berbasis lingkungan di berbagai daerah. (Wartabanjar.com/Bakom RI)

Editor: Andi Akbar