Menurutnya, remaja adalah kunci utama karena mereka merupakan calon orang tua yang akan menentukan kualitas generasi penerus bangsa.

Semangat ini turut disaksikan oleh seluruh pengurus DWP Provinsi Kalsel, pengurus DWP Kabupaten Tanah Laut, serta para tamu undangan yang memenuhi ruangan.

​Dalam sambutan resminya, Masrupah kembali mengingatkan bahwa penanganan masalah gizi adalah tanggung jawab lintas sektor yang harus dikeroyok bersama demi menyongsong bonus demografi yang berkualitas.

Gerakan ini, sambungnya, perlu kita dukung bersama-sama sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki.

"Setiap program idealnya membutuhkan keterlibatan multisektor agar berjalan maksimal dan mencapai hasil yang diharapkan. Bebas masalah gizi adalah pintu gerbang menuju generasi yang sehat, cerdas dan berdaya saing," tambahnya.

​Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan penyerahan bantuan paket gizi secara simbolis kepada remaja dan ibu hamil, sebagai bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi wanita di Kalimantan Selatan bukan sekadar wacana di atas kertas. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: Yayu

BACA JUGA: CATAT TANGGALNYA! Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar Hari ini, Berikut Rangkaiannya